Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi manusia, walaupun dalam hal ini baru umat Muslim dan sebagian kecil dari non muslim yang mengakui dan menggunakannya. Al-Qur’an adalah kitab terbaik dan sebagai kitab penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya dan tercatat sebagai kitab suci terakhir umat manusia, hal ini terbukti dengan diturunkannya Al-Qur’an kepada nabi terbaik yaitu nabi Muhammad saw, nabi termulia dan pemimpin para nabi dan rasul.
Sebagai pedoman manusia, tidak mungkin kita bisa memahami apa yang terkandung dalam Al-Qur’an ketika membacanya saja kita sudah enggan, walaupun realitanya seperti itu. Oleh karena Al-Qur’an adalah kitab terbaik dan diturunkan kepada rasul terbaik, maka orang yang mau belajar serta mengajarkan Al-Qur’an pun masuk dalam kriteria manusia terbaik. Hal ini sesuai dengan salah satu sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yaitu:
خَيْرُكُمْ
مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهْ
Artinya : “sebaik-baik kalian adalah orang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).
Dalam hadits lain dari Abu Umamah al-Bahili yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya orang yang mau membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafa’at pada hari kiamat dari Al-Qur’an yang dibacanya.
Dari dua hadits di atas, dapat kita pahami bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah hal yang baik. Salah satu cabang dalam Al-Qur’an yang harus dipelajari adalah ilmu tajwīd.Dari pembahasan singkat di atas, dapat kita simpulkan bahwa setiap muslim yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya akan menjadi manusia terbaik apalagi mau mengamalkannya, dan mungkin itu yang dimaksudkan oleh Rasul Muhammad saw. Dan barang siapa yang membacanya maka kelak dihari kiamat akan mendapatkan syafa’at Al-Qur’an. Oleh sebab itu, marilah kita berusaha menjadi manusia terbaik dari sekarang dengan sedikit-sedikit mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an serta mengajarkannya kepada orang lain yang salah satunya adalah dengan mempelajari ilmu tajwīd.
Kesimpulannya adalah siapa saja orang yang mau belajar ilmu tajwīd dan mengajarkannya, maka dia adalah orang yang berusaha menjadi sebaik-baik manusia. karena ilmu tajwīd adalah bagian dari Al-Qur'an.
Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar